Selasa, 18 Desember 2012

Flora dan Fauna Di Indonesia

FLORA DAN FAUNA INDONESIA
1. FLORA INDONESIA
Dunia tumbuhan yang ada di permukaan bumi sering disebut dengan istilah FLORA. Jenis tumbuhan yang ada di Indonesia kurang lebih ada 25.000 jenis. Hal ini disebabkan Wilayah Indonesia yang terletak di daerah tropis yang mempunyai curah hujan dan suhu yang relatif tinggi
Faktor –faktor yang mempengaruhi persebaran flora di Indonesia:
a.         Iklim
Pengaruh suhu udara dan curah hujan akan berpengaruh terhadap jenis tumbuhan yang dapat hidup disuatu tempat. Daerah yang curah hujannya tinggi akan memiliki jenis tanaman yang lebat.
b.        Keadaan tanah
Perbedaan jenis tanah akan menentukan jenis flora yang dapat hidup di daerah tertentu.
c. Relief tanah
Relief tanah sangat berperanan terhadap variasi (panas, sedang, sejuk dan dingin) sehingga terdapat berbagai jenis tumbuhan sesuai dengan suhunya.
1. Berdasarkan kondisi iklim, relief dan kesuburan tanah, hutan dibedakan sebagai berikut.
1) Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis merupakan hutan dengan pepohonan yang tinggi dan rapat, tingginya mencapai 60m, Ciri-ciri hutan hujan tropis: berdaun lebar, selalu hijau

·      terdapat epifit, lumut dan palm
·      banyak terdapatpohon panjat
Hutan ini terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.
2) Hutan Musim
Hutan musim adalah hutan yang dipengaruhi oleh musim.
Hutan musim mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·      pohon-pohonnya lebih jarang
·      mempunyai ketinggian 12-35 m
·      daunnya pada musim kemarau meranggas
Contoh : Hutan jati di Jawa tengah dan Jawa Timur
3)   Hutan Sabana
Hutan sabana/savana adalah padang rumput dan diselingi oleh pohon perdu. Hutan tersebut kita jumpai pada daerah-daerah yang musim kemaraunya panjang dengan curah hujan kecil, contoh misalnya di Baluran Jawa Timur, Nusa Tenggara.
4)      Hutan Bakau
Hutan bakau terdapat di daerah pantai dengan tumbuhan mangrove. Terdapat di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, Riau.
2. Pengelompokan flora di Indonesia
Secara garis besar flora di Indonesia dikelompokan menjadi:
1)             Flora wilayah Indonesia Barat
Meliputi : Pohon Meranti, Kamper, Taluang dan Mahoni Bercorak Asia dan termasuk hutan hujan tropis. Penyebaran : Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan
2)                  Flora wilayah Indonesia Timur
Meliputi : Pohon Sagu dan Nipah
Bercorak Australia dan termasuk hutan hujan tropis. Penyebaran : Pulau Papua dan pulau-pulau sekitarnya.

3)         Flora wilayah Indonesia Tengah
Merupakan tipe peralihan antara wilayah barat dan timur dan termasuk hutan musim, yang meliputi : pohon kayu besi, pinus, kayu putih, bamboo,dan padang rumput.
Penyebaran : Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku.
2. FAUNA INDONESIA
Fauna di Indonesia jenisnya juga beranekaragam dan penyebaran tidak merata.Menurut catatan para ahli , di kawasan Indonesia ditempati kurang lebih 2.827 jenis fauna.Kriteria fauna Indonesia adalah:
1)      Adanya binatang menyusui berbadan besar seperti gajah, badak, kerbau, sapi, dan lain-lain
2)      Banyak dijumpai berbagai kera
3)      Banyak terdapat ikan air tawar
4)      Jenis-jenis burung tidak banyak macamnya
5) Banyak tipe ikan berbentuk lebar dan warna sesuai dengan warna airnya.
Fauna Indonesia secara garis besar dikelompokan menjadi tiga zone, yaitu:
a. Fauna Indonesia bagian Barat (Asiatis)
Fauna Indonesia bagian barat meliputi Pulau Sumatra , Jawa dan Kalimantan yang bercorak Asia .Ciri-ciri fauna Asiatis adalah:
·                Banyak binatang menyusui berukuran besar
·                Tidak dijumpai binatang berkantung
·                Tidak banyak jenis burung warna –warni
·                Banyak terdapat tipe kera
·                Banyak jenis ikan tawar
Batas antara fauna Asiatis dengan peralihan disebut Garis Wallace

b.          Fauna Indonesia Tengah (Peralihan)
Fauna daerah peralihan persebarannya mulai dari batas garis Wallace di bagian barat sampai batas garis Webber di bagian timur, yang meliputi Sulawesi, Nusa tenggara , dan Maluku. Contoh : Kuda, Tapir, Komodo, Anoa, Kuskus, Burung Maleo.
c.            Fauna Wilayah timur (Australis)
Fauna Indonesia bagian timur persebarannya mulai dari garis Webber ke arah timur sampai perbatasan wilayah Indonesia dan Papua Nugini .Ciri-ciri fauna Australis adalah:
·      Banyak binatang berkantung
·      Banyak jenis burung warna-warni
·      Ikan air tawar jumlahnya terbatas
·      Tipe ikan laut kebanyakan berbentuk bulat panjang

D. PERSEBARAN JENIS TANAH DAN PEMANFAATAN
Tanah merupakankulit bumi yang terluar yang merupakan hasil dari proses pelapukan.Di Indonesia terdapat bermacam-macam jenis tanah yang disebabkan oleh:
a.              Batuan induk yang berbeda
b.             Curah hujan yang berbeda
c.              Penyinaran matahari yang berbeda
d.             Perbedaan relief
e. Keberadaan penutup tanah
Karakteristik dari jenis-jenis tanah yang ada di Indonesia adalah:.
1.      Litosol, yaitu tanah yang baru mengalami pelapukan dan sama sekali belum mengalami perkembangan tanah. Berasal dari batuan-batuan konglomerat dan granit, kesuburannya cukup, dan cocok dimanfaatkan untuk hutan. Penyebarannya di : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku Selatan dan Sumatera.
2.      Latosol, yaitu tanah yang telah mengalami pelapukan intensif, warna tanah tergantung susunan bahan induknya dan keadaan iklim. Latosol merah berasal dari vulkan intermedier, tanah ini subur, dan dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan. Penyebarannya di seluruh Indonesia, kecuali di Nusa Tenggara dan Maluku Selatan.
3.       Aluvial ialah tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai seperti misalnya, di Kerawang, Indramayu, Delta Brantas.
4.       Regosol, belum jelas menampakkan pemisahan horisonnya. Tanah regosol terdiri dari: regosol abu vulkanik, bukit pasir, batuan sedimen, tanah ini cukup subur. Jenis tanah latosol terdiri dari ; latosol merah kuning, cokelat kemerahan, cokelat, cokelat kekuningan. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk pertanian padi,

palawija, kelapa, dan tebu. Penyebarannya di sekitar lereng gunung­gunung berapi.
5.           Grumusol atau Margalit, terdiri dari beberapa macam; grumusol pada batu kapur, grumusol pada sedimen tuff, grumusol pada lembah­lembah kaki pegunungan, grumusol endapan aluvial. Kesuburan cukup subur. dimanfaatkan untuk pertanian padi, tebu. Penyebarannya di Madura, Gunung Kidul, Jawa Timur dan Nusa Tenggara.
6.           Organosol, mengandung paling banyak bahan organik, tidak mengalami perkembangan profil, disebut juga tanah gambut. Bahan organik ini terdiri atas akumulasi sisa-sisa vegetasi yang telah mengalami humifikasi, tetapi belum mengalami mineralisasi. Tanah ini kurang subur. Tanah ini belum dimanfaatkan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk persawahan. Penyebarannya di Sumatera sepanjang pantai Utara, Kalimantan dan Irian Barat/Papua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar